Selasa, 08 November 2011

Pemesanan Kamar Bagi Tamu Individu
Prosedur penanganan permintaan kamar untuk tamu individu adalah :
 Mencatat semua permintaan secara lengkap sesuai dengan permintaannya :
• jenis dan jumlah kamar yang diinginkan
• Jumlah orang yang akan menginap
• Tanggal kedatangan & tanggal keberangkatan
• Nama tamu yang menginap di hotel
• Nama pemesan/ orang yang dapat dihubungi untuk tindak lanjut informasi pemesanan
• kamar
• Nama perusahaan atau
• Alamat dan nomor telepon perusahaan
• Rincian kedatangan(waktu & transportasi yang digunakan)
• Permintaan khusus
 Memberikan konfirmasi secepatnya tentang status permintaannya.
 Memblok kamar yang sudah dipesan sesuai dengan tanggal pemesanan
 Memberikan informasi laporan kepada departemen Housekeeping dan F&B
 Menghubungi calon tamu, untuk mengkonfirmasi kembali tentang pemesanan kamr yang sudah dipesan, 3 atau 2 hari sebelum hari kedatangan
 Menanyakan tentang metode pembayaran( jika tidak ada garansi, maka six pm release )
 Melakukan pengarsipan

Pemesanan Kamar Bagi Tamu VIP
Prosedur penanganan permintaan kamar untuk tamu VIP adalah :
 Melihat daftar riwayat kunjungan tamu
Apakah tamu tersebut sudah pernah menginap sebelumnya atau tidak. Jika tidak maka langkah yang harus dilakukan adalah :
 Mencatat semua permintaan secara lengkap sesuai dengan permintaannya
 Memberikan konfirmasi secepatnya tentang status permintaannya.
 Memblok kamar yang sudah dipesan sesuai dengan tanggal pemesanan
 Memberikan informasi laporan kepada depaertemen Housekeeping ,F&B, GRO (untuk menyiapkan fruit basket bahwa akan ada tamu VIP yang menginap)
 Menghubungi calon tamu, untuk mengkonfirmasi kembali tentang pemesanan kamr yang sudah dipesan, 3 atau 2 hari sebelum hari kedatangan
 Menanyakan tentang metode pembayaran ( jika tidak ada garansi, maka six pm release )
 Melakukan pengarsipan
Pemesanan Kamar Bagi Tamu Rombongan
 Prosedur penanganan permintaan kamar untuk tamu rombongan:
• Mencatat semua permintaan secara lengkap sesuai dengan permintaannya :
• jenis dan jumlah kamar yang diinginkan
• Jumlah orang yang akan menginap
• Tanggal kedatangan & tanggal keberangkatan
• Nama tamu yang menginap di hotel
• Nama pemesan/ orang yang dapat dihubungi untuk tindak lanjut informasi pemesanan
• kamar
• Nama perusahaan atau biro perjalana
• Alamat dan nomor telepon perusahaan
• Rincian kedatangan(waktu & transportasi yang digunakan)
 Permintaan khusus
 Memberikan konfirmasi secepatnya tentang status permintaannya.
 Memberikan informasi/laporan kepada departemen lain terutama Sales manager, Housekeeping Manager dan F&B Manager.
 Menghubungi pihak pemesan kamar untuk memastikan pemesanan kamarnya dalam jangka waktu 30 hari sebelum kedatangan tamu
 30 hari sebelum tamu rombongan datang minimal sudah diterima daftar nama tamu yang akan menginap.
 Dua minggu sebelumnya beberapa informasi sudah diterima:
o Daftar nama tamu (rooming list) beserta nama pimpinan rombongan.
o Rincian acara dan permintaan yang berhubungan dengan makanan dan minuman.
o Waktu/jam kedatangan dan keberangkatannya dari hotel.
o Masalah pembayaran.
o Permintaan khusus yang perlu dipersiapkan.
 Melakukan pengarsipan

Pembatalan pemesanan kamar (cancelation of reservation)
Adalah terjadinya pembatalan terhadap pemesanan kamar yang telah dilakukan sebelum waktu kedatangannya di hotel, kemudian hotel akan memberikan kode/nomer pembatalan reservasi kepada tamu sebagai bukti bahwa telah terjadi pembatalan. Di beberapa hotel yang tingkat hunian kamarnya tinggi akan menetapkaan peraturan jika pembatalan kamar terjadi setelah jam 18.00 maka advance payment for reservation akan dipotong 50%. Jika terjadi pembatalan pemesanan kamar, maka petugas reservasi akan melakukan hal sebagai berikut:

a. Mengambil data pemesanan kamar yang telah dilakukan
b. Menanyakan alasan pembatalan kamar serta mengisi formulir pembatalan dengan lengkap
c. Mencoret slip pemesanan kamar
d. Hapus data pada tabel pemesanan kamar
e. Simpan kembali pada arsip

istilah istilah dalam reservasi

Istilah istilah dalam reservasi
Reservation transaction report
Laporan ini berisi tentang ringkasan tentang kegiatan reservasi di hotel yang disusun secara harian. Laporan ini memberikan ringkasan tentang jumlah reservasi yang masuk, perubahan- perubahan reservasi dan pembatalan.

Room availability report
Laporan yang memberikan informasi tentang kamar-kamar yangtersedia untuk dijual.

Group status report
Laporan tentang tamu-tamu rombongan yang tiba dan berangkat, termasuk informasi tentang jumlah tamu rombongan dan pemesanan kamar rombongan yang menggunakan jaminan atau tidak menggunakan jaminan.

Special arrival list
Daftar tentang tamu-tamu penting, VIPs, atau tamu-tamu dengan permintaan khusus.

Turn-away report
Laporan tentang jumlah reservasi yang ditolak, hal ini biasanya dilakukan bila hotel mengalamai fully booked


Reservation histories
Merupakan statistik dari seluruh proses reservasi, meliputi jumlah tamu, kamar terisi, sumber pemesanan, no-shows, overstays dan understays pada periode tertentu .

P/A : Personal account, Yaitu pembayaran kontan oleh tamu yang bersangkutan
C/A : Company account, Yaitu pembayaran ditanggung oleh suatu kantor agen perjalanan
R/O : Room Only, Yaitu pembayaran yang ditanggung kamarnya saja
R/M : Room and Meals, Yaitu pembayaran yang di tanggung dengan sewa kamar dan biaya makan
Deposit : Pemnbayaran dilakukan oleh tamu kepada pihak hotel dalam jumlah tertentu dalam jumlah tertentu sebagai uang muka
Walk In Guest : Tamu yang menginap di hotel tanpa memesan kamar terlebih dahulu atau yang datang langsung ke hotel
Closed : Persediaan kamar sudah habis dan tidak melayani pemesanan kamar
Fully booked : Kamar hotel yang telah penuh pesanan karena telah di pesan atau sudah di huni tamu
special Request : yaitu permintaan khusus tamu didalam reservasi
Amandement of reservation : yaiti perubahan atas suatu pemesanan kamar yang sudah dilakukan
Expected arrival detail : yaitu daftar kehadiran tamu yang diharapkan dating pada hari ini
Expected departure list : daftar keberangkatan yamu yang diharapkan hari ini

a.6.pm release.
Status reservasi kamar ini sering didasarkan pada waktu tamu tiba di hotel. Jika tamu tiba (check-in) sebelum batas waktu kedatangan yang ditentukan oleh hotel jam 6 sore, tamu tersebut akan mendapatkan kamar sesuai dengan pesanannya, namun tamu hingga waktu tersebut belum tiba, maka kamar akan dijual kepada tamu lainnya, artinya pemesanan kamar otomatis dibatalkan setelah melewati waktu tersebut.

b. Guaranteed arrival.
Status reservasi kamar ini kebalikan dari status reservasi 6.p.m release. Kalau status reservasi 6.p.m release tidak ada jaminan dari pihak pemesan. Sedangkan status reservasi guaranteed arrival adanya jaminan pembayaran dari pihak pemesan, sehingga tamu yang bersangkutan terlambat check-in atau tidak datang dihotel, maka kamar masih tersedia untuknya. Kamar bersangkutan akan dibiarkan kosong dan tidak dijual kepada siapapun sampai dengan waktu check-out pada keesokan harinya.

Selasa, 01 November 2011

tuga manajemen online

1. perencanaan
adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.


2.keuntungan adanyaperencanaan
pertama adalah untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan nonmanajerial. Dengan rencana, karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa rencana, departemen dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efesien.
kedua adalah untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang manajer membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.
ketiga adalah untuk meminimalisir pemborosan. Dengan kerja yang terarah dan terencana, karyawan dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan inefesiensi dalam perusahaan.
yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Proses pengevaluasian atau evaluatingadalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan.
Selain keempat hal tersebut, sebagian besar studi[1] menunjukan adanya hubungan antara perencanaan dengan kinerja perusahaan.

3. Dasar dasar pembuatan planning
1. forecasting : proses pembuatan asumsi-asumsi tentang apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Forecasting meliputi : a)forecasting kualitatif: prediksi masa depannya menggunakan pendapat para ahli. B). forecasting kuantitatif: prediksi masa depannya menggunakan analisa data secara matematis dan statistis (analisa time series, model ekonometri, survey statistik)
2. Penggunaan skenario : meliputi penentuan beberapa alternatif skenario masa yang akan dtaang atau keadaan peristiwa yang mungkin terjadi. Pengidentifikasian kemungkinan skenario yang berbeda waktunya akan membantu organisasi beroperasi lebih fleksibel dalam lingkungan yang dinamis.
3. benchmarking : perbandingan eksternal untuk mengevaluasi secara lebih baik suatu arus kinerja dan menentukan kemungkinan tindakan yang dilakukan untuk masa yang akan datang. Tujuan nya : untuk mengetahui apakah orang-orang dan organisasi bekerja dengan baik dan merencanakan bagaimana menggabungkan ide-ide tersebut dalam pengoperasiannya.
4. partisipasi dan keterlibatan (perencanaan partisipatif yang aktif) : perencanaan di mana semua orang yang mungkin akan memperngaruhi hasil dari perencanaan dan atau akan membantu mengimplementasikan perencanaan-perencanaan tersebut.

5. penggunaan staf perencana ( fungsi staf perencana) : bertanggung jawab dalam mengarahkan dan mengkoordinasi sistem perencanaan untuk organisasi secara keseluruhan atau untuk salah satu komponen


4. Isi perencanaan
Orientasi Perencanaan

Hakekat perencanaan adalah sama untuk semua level/jenjang organisasi dimana merupakan langkah persiapan dalam menghadapi masa depan dan mencerminkan effort untuk mendapatkan hasil yang terbaik dengan dukungan sumber daya yang dimiliki. Berikut adalah pengelompokan atau penekanan orientasi perencanaan terhadap level manajerial dalam sebuah organisasi.
Tabel 4.1 Pengelompokan Orientasi Perencanaan Terhadap Level Manajemen

No Dimensi Manajemen Puncak Manajemen Menengah Manajemen Lini Pertama
1 Fokus Keselamatan dan pengembangan jangka panjang Kompetisi dan pengembangan sumber daya Problem operasional
2 Tujuan Posisi masa depan Keuntungan masa depan Keuntungan jangka pendek
3 Proses Formulasi kebijakan dan strategi Perumusan sasaran dan program Implementasi program
4 Kendala/ pembatas Sumber daya global dimasa depan a. sumber daya terpakai di masa depan
b. Business key success factors Sumber daya yang kini tersedia
5 Hasil Pertumbuhan yang berkelanjutan Pengembangan potensi masa depan Efisiensi dan stabilitas
6 Informasi Kecenderungan a. Kekuatan dan kelemahan
b. Informasi fungsional Kemajuan pelaksanaan kegiatan
7 Organisasi Entrepreneurial dan fleksibel Profesional Terstruktur dan stabil
8 Pemencahan Persoalan a. Antisipatif
b. Butuh pendekatan baru
c. Berisiko tinggi a. Pendekatan sistem
b. Resiko rasional a. Reaktif
b. Berdasarkan pengalaman
c. Beresiko rendah
d. c. d.




Contoh kasus :
Dalam berwirausaha kita harus mempunyai suatu perencanaan agar usaha kita kedepan nya dapat berjalan dengan lancar.
Rencana yang harus kita pahami dan harus kita praktekan yaitu :
a. Situasi Pasar. Data dan informasi mengenai besar dan pertumbuhan pasar selama beberapa tahun dan kecenderungannya pada beberapa tahun mendatang, serta kecenderungan perubahan persepsi dan perilaku konsumen.
b. Situasi Produk. Data perkembangan penjualan, tingkat harga, marjin kontribusi, dan keuntungan.
c. Situasi Persaingan. Data pesaing menyangkut, kapsitas, pangsa pasar, tujuan dan strategi, mutu produk, dan berbagai karakteristik pesaing yang relevan.
d. Situasi Distribusi. Jenis, jumlah, wilayah dan peranan saluran distribusi (mis. sumber informasi, sarana promosi, berusaha menambah pembeli, melakukan penyesuaian, melakukan negosiasi harga dan cara pembayaran, melakukan distribusi fisik saja, melakukan pembiayaan distribusi, dan atau turut menanggung resiko.Situasi Lingkungan Makro. Situasi lingkungan demografi, ekonomi, sosial budaya, politik, hukum, hankam, dan teknologi.
3. Analisis SWOT dan Analisis Masalah. Melakukan identifikasi dan analisis terhadap peluang dan ancaman yang mungkin dihadapi oleh perusahaan sebagai hasil intraksi lingkungan eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Pengaruh hasil intraksi lingkungan internal perusahaan juga perlu diidentifikasi dan dianalisis berupa kekuatan dan kelemahan. Dengan demikian, setelah analisis SWOT dilakukan dirumuskanlah masalah-masalah pokok yang harus dijadikan dasar dalam penentuan sasaran, strategi dan rencana aksi/taktik.
4. Sasaran. Mendefinisikan sasaran (tujuan) yang ingin dicapai, baik sasaran keuangan maupun sasaran pemasaran. Sasaran keuangan antara lain adalah ROI, Arus kas, dan keuntungan. Sasaran pemasaran antara lain adalah target dan pertumbuhan penjualan, pangsa pasar, jangkauan pemasaran, jumlah saluran distribusi, tingkat harga, dll
5. Strategi Pemasaran. Strategi pemasaran dirumuskan berdasarkan SWOT dan sasaran yang ingin dicapai, dan penetapannya terutama didasarkan pada pertimbangan biaya dan manfaat, serta kemampuan sumberdaya untuk melaksanakannya. Contoh pernyataan strategi pemasaran kecap lokal merek X (hipotetik) dipaparkan di bawah ini.
. Pasar sasaran : Kelas menengah ke bawah.
a. Penempatan : Produk kecap yang kaya dengan protein, enak dan murah
b. Lini produk : Melakukan diversifikasi merek dan kemasan untuk membedakan segmen pasar kelas menengah dan kelas bawah dan dengan harga yang berbeda.
c. Harga : Sedikit lebih rendah dari harga pesaing
d. Saluran distribusi : Konsentrasi pada warung-warung, grosir, dan warung baso, dan mie rebus.
e. Tenaga penjual : Menambah jumlah dan meningkatkan kemampuan tenaga penjual serta memberikan insentif yang baik.
f. Pelayanan : Produk mudah dan murah untuk diperoleh.
g. Promosi : Meningkatkan anggaran promosi untuk mencetak leaflet/ spanduk kecil yang akan ditempatkan di warung-warung, serta untuk hadiah.
h. Litbang : Menaikkan anggaran sebesar 10% untuk menyempurnakan disain label kemasan untuk segmen kelas menengah.
i. Riset Pemasaran : Menekankan pada kegiatan marketing intelegent untuk mengamati gerak-gerik pesaing, serta melakukan jajak pendapat mengenai persepsi konsumen terhadap produk kecap merek X.
6. Program Aksi. Berisi rincian setaip unsur dari strategi pemasaran yang telah disusun, terutama untuk menjawab apa yang akan dilakukan, kapan dilakukan, siapa yang melakukan, dan berapa biayanya?.
7. Proyeksi Rugi Laba. Menyusun anggaran dan proyeksi rugi laba dari rencana pemasaran yang akan dilakukan.
8. Pengendalian. Menyusun rencana evaluasi dan monitoring secara berkala mengenai pelaksanaan rencana, sehingga penyimpangan dalam pelaksanaan dapat segera dilakukan pengendalian.

Senin, 24 Oktober 2011


SKILL MANAGER


220px-Keterampilan_manajemen




This image shows the required skills managers at every level.
1. Conceptual skills (conceptional skills)
Is the mental ability to coordinate & integrate all interests and activities of the organization.
An example top-level managers (top manager) must have the skills to make the concepts, ideas, and ideas for the betterment of the organization. The idea or ideas and concepts are then to be translated into an action plan to realize the idea or concept that. The process of elaboration of the idea into a concrete plan of work is usually referred to as the planning process or planning. Therefore, conceptual skills are also meruipakan skills to make the plan work.
2. Skills relate to other people (humanity skills)
Is the ability to work with other people understand & motivate individuals or groups. That is, managers also need to be equipped with the skills to communicate or relate to other people skills, also called human skill.
For example: A Manager must be able to create a persuasive communication with the employee who leads. With a persuasive communication, friendship, and fatherhood will make employees feel valued and then they will be open to the boss. Communication skills required, both at the level of top management, middle, and bottom.
3. Technical skills (technical skills)
Traffic is to use equipment - equipment, procedures or techniques of a particular field, such as accounting, production, sale, or machining.
      
These skills are generally a provision for managers at lower levels.
For example: A Houseman have to understand how do I use the washing machine Floor
4. Administrative Skills
Is the ability associated with planning, organizing. Penyususan, staffing, and supervision.
In addition to the above four basic skills, Ricky W. Griffin added two basic skills that need to be owned by managers, namely: [4]
1. Time management skills
Is a skill that refers to the ability of a manager to use his time wisely.
2. example as a manager, Mr. X paid $ 2,000,000 per year. If it is assumed that he worked for 50 hours per week with 2 weeks vacation time, then the salary of Mr.. X for each hour is $ 800 per hour-about $ 13 per minute. From there we can see that every minute was wasted would be very detrimental to the company. Most managers, of course, has a much smaller salary darimr. X. However, the time they have remained a valuable asset, and menyianyiakannya means a waste of money and reduce the company productivity.

In addition to the above four basic skills, Ricky W. Griffin added two basic skills that need to be owned by managers, namely: [4]
1. Time management skills
Is a skill that refers to the ability of a manager to use his time wisely.
 example as a manager, Mr. X paid $ 2,000,000 per year. If it is assumed that he worked for 50 hours per week with 2 weeks vacation time, then the salary of Mr.. X for each hour is $ 800 per hour-about $ 13 per minute. From there we can see that every minute was wasted would be very detrimental to the company. Most managers, of course, has a much smaller salary darimr. X. However, the time they have remained a valuable asset, and menyianyiakannya means a waste of money and reduce the company productivity.
2. Decision-making skills
Is the ability to define problems and determine how best to solve it. Decision-making ability is the most important for a manager, especially for the top managers (top manager). Griffin proposes three steps in decision making. First, a manager must define the problem and look for alternatives that can be taken to solve them. Second, managers must evaluate each of the alternatives and choose an alternative that is considered the most good. And lastly, managers must implement alternatives that have been his choice as well as monitor and evaluate them to stay on the right track.




Senin, 17 Oktober 2011

tugas manajemen II ( tingkata manager)


TINGKATAN MANAJER

Penentu pekerjaan manajer yang paling penting adalah tingkatan hierarki. Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi tiga tingkatan yaitu : manajer puncak (top manager), manajer menengah (middle manager) , dan manajer lini pertama.
tingkatan-manajer


1.Manajer Puncak (top manager)

Manajer puncak berada pada puncak hierarki dan bertanggung jawab atas keseluruhan organisasi. Mereka menyandang jabatan seperti presiden, ketua, direktur eksekutif, presiden direktur (chief executive officer - CEO), dan wakil presiden eksekutif. Manajer puncak bertanggung jawab untuk menentukan tujuan organisasi, menetapkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, mengawasi dan menginterpretasikan lingkungan eksternal, serta mengambil keputusan yang mempengaruhi  seluruh organisasi. Mereka memandang kedepan dalam jangka panjang , memperhatikan tren lingkungan secara umum, dan keberhasilan perusahaan secara keseluruhan. Di antara tanggung jawab yang paling penting untuk manajer puncak adalah mengkomunikasikan visi bersama untuk organisasi, membentuk budaya perusahaan, dan menjaga semangat kewirausahaan yang dapat membantu perusahaan menyeimbangi perusahaan yang cepat. Terlebih pada masa sekarang, manajer puncak harus melibatkan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan unik dari masing – masing karyawan.
Contohnya kasus : Selama 3 bulan terakhir departemen housekeeping selalu mendapat komplain dari tamu dan occupancy menjadi turun. Dan seorang gran manajer harus mengambil tindakan yaitu dengan mengganti executive housekeeper dari departemen lain untuk merubah keadaan menjadi lebih baik.

2. Manajer Menengah (middle manager)

          Manajer menengah bekerja pada tingkat menengah organisasi dan bertanggung jawab atas unit usaha dan departemen utama. Contoh manajer menengah ini adalah kepala departemen, kepala divisi, manajer kendali mutu, dan direktur laboratorium riset. Manajer menengah umumnya memiliki dua atau lebih tingkatan manajemen di bawahnya. Mereka bertanggung jawab atas implementasi strategi secara keseluruhan dan kebijakan yang ditentukan oleh manajer puncak. Manajer menengah umumnya berurusan dengan masa depan yang tidak terlalu jauh dan diharapkan dapat membina hubungan baik dengan sesama manajer di dalam organisasi, mendorong kerja tim, dan menyelesaikan konflik.


3. Manajer Lini Pertama (first-line manager)

          Manajer lini pertama secara langsung bertanggung jawab atas produksi barang dan jasa. Mereka merupakan tingkatan pertama atau kedua manajemen dan memegang jabatan sebagai penyelia, manajer lini, kepala seksi, dan manajer kantor. Mereka bertanggung jawab atas sekelompopk karyawan non manajemen. Perhatian mereka yang utama adalah penerapan aturan dan prosedur untuk mencapai produksi yang efisien, memberikan bantuan teknis, dan memotivasi bawahan. Jangka waktu pada tingkat ini terbilang pendek , dengan penekanan pada pencapaian tujuan dari hari kehari.
Contoh kasus : Supervisor Housekeeping
Seorang supervisor bertugas membantu tugas yang diberikan oleh seorang executive housekeeper, mengecek pekerjaan dari seorang roomboy. Apakah kamar sudah benar benar bersih ,rapih dan siap untuk dijual.
Pada saat mengecek pekerjaan seorang roomboy, supervisor melihat Dia mendusting menggunakan pillow case. Maka tindakan yang harus dilakukannya adalah memberikan surat peringatan pertama.
                                                                                                     
4.Non manajerial
Bertugas melangsungkan seluruh kegatan operasional di hotel yang ada disetiap departemennya.
Contohnya : Departemen Housekeeping
Tugasnya adalah menangani kegiatan kegiatan kerja yang berkaitan dengan kebersihan,pengaturan/penataan,kelengkapan dan kenyamanan,bagi kamar-kamar tamu serta ruang ruangumum hotel.Departement ini juga menangani penyediaan dan pendistribusian lena dan uniform karyawan hotel,termasuk pula bunga.Departement ini terdiri dari seksi-seksi:
·        Floor section: bertugas menangani penyiapan kamar tamu hotel siap huni dengan cara membersihkan, menata, mengatur, dan melengkapi fasilitasnya.
·        Uniform & linen room : menyediakan dan mendistribusikan linen-linen hotel serta pakaian seragam para karyawan.

tugas manajemen II ( tingkatan manager)

TINGKATAN MANAJER

Penentu pekerjaan manajer yang paling penting adalah tingkatan hierarki. Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi tiga tingkatan yaitu : manajer puncak (top manager), manajer menengah (middle manager) , dan manajer lini pertama.
tingkatan-manajer

1.Manajer Puncak (top manager)

Manajer puncak berada pada puncak hierarki dan bertanggung jawab atas keseluruhan organisasi. Mereka menyandang jabatan seperti presiden, ketua, direktur eksekutif, presiden direktur (chief executive officer - CEO), dan wakil presiden eksekutif. Manajer puncak bertanggung jawab untuk menentukan tujuan organisasi, menetapkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, mengawasi dan menginterpretasikan lingkungan eksternal, serta mengambil keputusan yang mempengaruhi  seluruh organisasi. Mereka memandang kedepan dalam jangka panjang , memperhatikan tren lingkungan secara umum, dan keberhasilan perusahaan secara keseluruhan. Di antara tanggung jawab yang paling penting untuk manajer puncak adalah mengkomunikasikan visi bersama untuk organisasi, membentuk budaya perusahaan, dan menjaga semangat kewirausahaan yang dapat membantu perusahaan menyeimbangi perusahaan yang cepat. Terlebih pada masa sekarang, manajer puncak harus melibatkan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan unik dari masing – masing karyawan.
Contohnya kasus : Selama 3 bulan terakhir departemen housekeeping selalu mendapat komplain dari tamu dan occupancy menjadi turun. Dan seorang gran manajer harus mengambil tindakan yaitu dengan mengganti executive housekeeper dari departemen lain untuk merubah keadaan menjadi lebih baik.

2. Manajer Menengah (middle manager)

          Manajer menengah bekerja pada tingkat menengah organisasi dan bertanggung jawab atas unit usaha dan departemen utama. Contoh manajer menengah ini adalah kepala departemen, kepala divisi, manajer kendali mutu, dan direktur laboratorium riset. Manajer menengah umumnya memiliki dua atau lebih tingkatan manajemen di bawahnya. Mereka bertanggung jawab atas implementasi strategi secara keseluruhan dan kebijakan yang ditentukan oleh manajer puncak. Manajer menengah umumnya berurusan dengan masa depan yang tidak terlalu jauh dan diharapkan dapat membina hubungan baik dengan sesama manajer di dalam organisasi, mendorong kerja tim, dan menyelesaikan konflik.

3. Manajer Lini Pertama (first-line manager)

          Manajer lini pertama secara langsung bertanggung jawab atas produksi barang dan jasa. Mereka merupakan tingkatan pertama atau kedua manajemen dan memegang jabatan sebagai penyelia, manajer lini, kepala seksi, dan manajer kantor. Mereka bertanggung jawab atas sekelompopk karyawan non manajemen. Perhatian mereka yang utama adalah penerapan aturan dan prosedur untuk mencapai produksi yang efisien, memberikan bantuan teknis, dan memotivasi bawahan. Jangka waktu pada tingkat ini terbilang pendek , dengan penekanan pada pencapaian tujuan dari hari kehari.
Contoh kasus : Supervisor Housekeeping
Seorang supervisor bertugas membantu tugas yang diberikan oleh seorang executive housekeeper, mengecek pekerjaan dari seorang roomboy. Apakah kamar sudah benar benar bersih ,rapih dan siap untuk dijual.
Pada saat mengecek pekerjaan seorang roomboy, supervisor melihat Dia mendusting menggunakan pillow case. Maka tindakan yang harus dilakukannya adalah memberikan surat peringatan pertama.

4.Non manajerial
Bertugas melangsungkan seluruh kegatan operasional di hotel yang ada disetiap departemennya.
Contohnya : Departemen Housekeeping
Tugasnya adalah menangani kegiatan kegiatan kerja yang berkaitan dengan kebersihan,pengaturan/penataan,kelengkapan dan kenyamanan,bagi kamar-kamar tamu serta ruang ruangumum hotel.Departement ini juga menangani penyediaan dan pendistribusian lena dan uniform karyawan hotel,termasuk pula bunga.Departement ini terdiri dari seksi-seksi:
·        Floor section: bertugas menangani penyiapan kamar tamu hotel siap huni dengan cara membersihkan, menata, mengatur, dan melengkapi fasilitasnya.
·        Uniform & linen room : menyediakan dan mendistribusikan linen-linen hotel serta pakaian seragam para karyawan.
·        Houseman : bertugas menangani kebersihan, penataan, dan kelengkapan ruang ruang umum termasuk fasilitas rest room.
·        Swimming pool : bertugas pelayanan kolam renang, termasuk kebersihan, keamanan dan penyediaan fasilitas renang.
·        HK secretary office : bertugas menangani tugas- tugas kerja kesekretariatan housekeeping departemen hotel.

Contoh kasus : ketika roomboy sedang bekerja tiba tiba ada seorang tamu yang ingin di bukakan pintu kamarnya. Dia beralasan bahwa kunci kamarnya tertinggal didalam kamar. Yang diharus di lakukan oleh seorang roomboy adalah mengkonfirmasi nama tamu tersebut ke bagian housekeeping office atau menugaskan tamu tersebut ke bawah, menemui recepsioniist untuk mendapatkan kunci kamar yang baru.

Senin, 10 Oktober 2011


PERLUNYA MANAJEMEN WAKTU UNTUK MENCAPAI SEBUAH KEBERHASILAN

Pada dasarnya setiap orang memiliki modal waktu yang sama, 24 jam dalam sehari. Tapi mengapa ada sebagian orang yang dengan aktifitasnya mengaku “sibuk”, padahal jadwal kegiatannya “tak sesibuk” orang lain yang jauh lebih padat dan powerfull. Dalam rentang waktu yang sama, bisa jadi 2 orang yang berbeda menghasilkan output yang berbeda, baik jumlah maupun kualitasnya. Mengapa?
Kondisi itulah yang menunjukan bahwa adanya manajemen waktu sangatlah penting dalam pencapaian sebuah keberhasilan. Sebab dengan manajemen waktu yang baik, seluruh kegiatan dapat terjadwal rapi dan semuanya terselesaikan. Langkah apa sajakah yang perlu dilakukan dalam mengatur waktu yang baik dan efektif?
Berikut adalah tips-tips manajemen waktu yang biasa di terapkan setiap harinya untuk mencapai sebuah keberhasilan:
1. Mulailah dengan membuat skala prioritas.
        Ketika tugas atau pekerjaan kita menumpuk, waktu 24 jam per hari rasanya tidak cukup untuk menyelesaikan semua tugas tersebut. Untuk itu buatlah skala prioritas pekerjaan manakah yang paling penting dan harus segera diselesaikan, serta pekerjaan manakah yang bisa dikerjakan belakangan. Dengan begitu semua target Anda dapat terselesaikan tepat pada waktunya
2. Belajar disiplin dan tidak menunda pekerjaan.
       Membiasakan diri untuk disiplin dalam mengerjakan semua pekerjaan, mendorong kita untuk segera menyelesaikannya langsung tanpa harus menunda-nunda. Sebab semakin lama kita menunda sebuah pekerjaan, maka semakin besar pula rasa malas yang kita bangun. Hal inilah yang membuat pekerjaan kita hanya akan menumpuk, tanpa ada yang terselesaikan dengan tuntas. Karena itu membangun disiplin diri menjadi langkah awal untuk bisa sukses menjalankan manajemen waktu yang sudah direncanakan.
3. Buatlah jadwal sebagai alat bantu manajemen waktu.
       Salah satu alat bantu yang dapat mengingatkan Anda dengan segala pekerjaan yang harus diselesaikan yaitu jadwal kegiatan Anda. Usahakan Anda memiliki jadwal rencana kegiatan harian, dan pastikan Anda mencantumkan pekerjaan apa saja yang harus Anda selesaikan pada hari itu. Jadi, Anda mengingat setiap pekerjaan yang harus segera diselesaikan dan dapat mengatur waktunya dengan baik.
4. Upayakan selalu fokus dan tuntaskan setiap pekerjaan       Anda.
        Mengerjakan lebih dari satu tugas dalam waktu yang bersamaan tentunya tidak akan menghasilkan output yang optimal.  Lebih baik kita fokus untuk menuntaskan satu tugas terlebih dahulu, baru selanjutnya kita mengerjakan tugas berikutnya. Cara ini sangat membantu Anda untuk bekerja secara efektif, sehingga semua tujuan Anda dapat tercapai sesuai dengan target waktunya.
5. Hargailah setiap waktu yang Anda habiskan.
       Manfaatkan setiap waktu yang Anda habiskan sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya saja saat jam kerja, maka gunakan tenaga dan pikiran Anda untuk fokus menyelesaikan pekerjaan dan tugas Anda. Begitu juga pada saat jam istirahat, hargai serta manfaatkanlah untuk refresing dan sejenak mengistirahatkan pikiran Anda. Sehingga pada saat masuk jam kerja, pikiran dan tenaga Anda siap digunakan untuk bekerja kembali secara optimal. Dengan menghargai waktu yang Anda miliki sesuai dengan porsinya, maka setiap jam yang Anda lewati akan memberikan manfaat bagi Anda.
Pastikan tidak ada waktu Anda yang terbuang sia-sia, karena manajemen waktu merupakan awal sebuah keberhasilan Anda. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, selamat berkarya dan salam sukses.




Pengertian efektif
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Kata efektif berarti ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); manjur atau mujarab (tt obat); dapat membawa hasil; berhasil guna (tt usaha, tindakan); mulai berlaku (tt undang-undang, peraturan). Sedangkan definisi dari kata efektif yaitu suatu pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan
cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Misalnya jika suatu pekerjaan dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif à Dalam melakukan making bed ada cara-caranya untuk mempermudah kita dalam mengerjakannya
Pengertian Efisien
Sedangkan arti kata efisien menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya), mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat, berdaya guna, bertepat guna. Sedangkan definisi dari efisien yaitu Sedangkan efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum. Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif, membandingkan antara masukan dan keluaran yang diterima. Misalnya jika kita sedang make up the room, setelah making bed dan cleaning bathroom,  sebaiknya kita melakukan dusting  sesuai arah jarum jam, agar tidak ada yang tertinggal/ terlewat.
Jadi menurut saya perbedaan dari kata efektif dan efisien. Efektif lebih kearah melakukan sesuatu dengan benar (do the thing right). Sedangkan efisien berarti melakukan sesuatu yang benar (do the right thing). Jika kita melakukan sesuatu sebaiknya secara efektif dan efisien. Do the Right thing Right atau melakukan sesuatu yang benar dengan cara yang benar.